Selasa, 05 Desember 2017

INTERVIEW TEORI ORGANISASI KANTOR PEGADAIAN


PENDAHULUAN
            Dalam kegiatan sehari- hari, uang selalu saja dibutuhkan untuk membeli atau membayar berbagai keperluan. Dan yang menjadi masalah terkadang kebutuhan yang ingin dibeli tidak dapat dicukupi dengan uang yang dimilikinya. Kalau sudah demikian, mau tidak mau kita mengurangi untuk membeli berbagai keperluan yang dianggap tidak penting, namun untuk keperluan yang sangat penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagai cara seperti meminjam dari berbagai sumber dana yang ada.
Pegadaian merupakan salah satu perusahaan diIndonesia yang menyelenggarakan bisnis gadai seperti, BANK, simpan pinjam, koperasi,dan pegadaian.Pegadaian adalah sebuah BMUN sektor keuangan Indonesia yang bergerak pada tiga lini bisnis perusahaan, yaitu pembiayaan, emas dan aneka jasa Pegadaian di Indonesia sudah menyebar luas di berbagai wilayah. Tidak hanya di kota besar saja, bahkan dipelosok desa sudah ada yang namanya kantor pegadaian,salah satunya di Kabupaten Sumenep.
Di Kab. Sumenep sendiri ada banyak kantor pegadaian  yang terdiri dari kantor puasat dan cabang kantor pegadaian, diantara yaitu di Pamolokan, Panglegur. Kantor pegadaian yang berada di Penglegur Jl.Kiai H.Mansyur merupakan kantor pusat pegadaian. Kelompok kami melakukan wawancara ke kantor tersebut guna menyelesaikan tugas kuliah kami yaitu tugas Teori Organisasi.

PEMBAHASAN
            Kami disini akan menjelaskan tentang prinsip-prinsip organisasi pegadaian. Organisasi merupakan suatu bentuk kerja sama antara sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu guna mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan bersama.[1]
Pegadaian adalah sebuah BMUN sektor keuangan Indonesia yang bergerak pada tiga lini bisnis perusahaan, yaitu pembiayaan, emas dan aneka jasa. Perusahaan umum pegadaian adalah salah satu badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Pasal 1150.
 Ada pendapat beberapa ahli yang menjelaskan tentang pengertian pegadaian, diantaranya:
·                     Sigit Triandaru (2000 : 179)
Pegadaian merupakan satu-satunya badan usaha di negara Indonesia yang secara resmi memiliki izin dalam melaksanakan aktivitas lembaga yang berupa pembayran dalam bentuk penyaluran dana kepada masyarakat berdasarkan hukum gadai.
·                     Subagyo (1999 : 88 )
Pegadaian merupakan suatu lembaga keuangan bukan bank yang memberikan kredit kepada nasabah atau masyarakat dengan menggunakan corak khusus yakni dengan hukum gadai.
·                     Susilo (1999)
Pegadaian ialah hal yang diperoleh oleh seseorang yang memiliki piutang atau barang bergerak.
Adapun fungsi pegadaian antara lain:
a.       Untuk mengelolah penyalurandana pinjaman atas dasar hukum gadai dengan cara yang mudah, cepat dan aman.
b.      Mengelolah segala bentuk keuangan, kepegawaian, perlengkapan, pendidikan juga pelatihan.
c.       Untuk menciptakan dan mengembangkan usaha-usaha yang menguntungkan bagi pegadaianitu sendiri dan masyarakat pada umumnya.
d.      Untuk mengelolah organisasi dan tata cara pelaksanaan pegadaian
e.       Untuk pengembangan dan pengawasan dalam pengelolaan pegadaian.
Sedangkan ciri-ciri dari pegadaian, yaitu:
a.       Dana yang diinginkan nasabah didapat dengan menjadikan barang berharga untuk digadaikan
b.      Dana yang diberikan tergantung nilai barang yang digadaikan
c.       Barang yang digadaikan dapat ditebus kembali jika nasabah memenuhi syarat ketentuan yang telah disepakati
d.      Pegadaian mendapatkan keuntungan dari sistem gadai yang diterapkan[2]
Tujuan pegadaian diantaranya:
a.       Untuk melaksanakan dan menunjang sebuah kebijaksanaan dan program pemerintah dibidang ekonomi dan dibidang pembangunan nasional yang melalui penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai
b.      Untuk mencegah timbulnya praktik ijon, pegadaian gelap, riba, dan pinjaman tidak wajar lain sebagainya
c.       Agar menyediakan dana dengan cara yang sederhana pada masyarakat luas, terutama bagi kalangna menengah kebawah, umtuk konsumsi dan produksi.[3]

Berdasarkan hasil wawancara kelompok kami dengan pimpinan kantor pegadaian Bapak ARUS CANDRA yang berlamat di jl.Kiai H.Mansyur Panglegur Sumenep , dapat diperoleh informasi bahwa dari segi struktur organisasi yang ada di pegadaian itu menggunakan” bentuk struktur organisasi Staf dan Lini” yaitu pelimpahan wewenang dari seorang atasan pimpinan kepada pimpinan bawahannya untuk membantu kelancaran dalam mengelolah organisasi  tersebut artinya di kantor pegadaian tersebut seorang atasan dapat melimpahkan wewenang kepada bawahan untuk membantu mengelola sistem manajemennya..selain itu kantor pegadaian memiliki  Visi dan Misi dari kantor  pegadaian tersebut yaitu, ” Berbasis Gadai Dan Fiducia bagi masyarakat menengah kebawah.” Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah kebawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan  menengah atas dasar hukum gadai dan fiducia. Namun visi dan misi yang di terapkan di organisasi pegadaian belum tercapai, artinya pencapaian visi dan misi ini masih dalam proses pencapain.
            Menurut bapak Arus Candra, pegadaian bukan hanya membantu program pemerintah , “namun juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat ketika  membutuhkan uang karena dari segi pelayanannya yang cepat, aman,dan masyarakat mudah untuk mendapatkan pinjaman.” Dari penjelasan tersebut berarti pegadaian merupakan organisasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan  pemangku kepentingan,dan melaksanakan tata kelolah perusahaan yang baik secara konsisten, danmelaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya. Terlepas dari itu,  strategi pengembangan organisasi pegadaian  yaitu, “Dengan cara expansi yaitu memperluas wilayah atau memperbanyak cabang – cabang di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.” Dengan cara distribusi jaringan artinya organisasi tersebut tidak bersifat statis yaitu dinamis Contohnya seperti di Kabupaten Sumenep ada 3 Induk Cabang Pegadaian yang lokasinya berada di daerah Panglegur, Pamolokan, dan Prenduan dan masing – masing induk cabang yang ada di Kab. Sumenep ini mempunyai beberapa Unit Cabang.
            Kemudian ketika ada nasabah yang bermasalah dalam segi administrasi di dalam pegadaian ini, tindakan yang diambil oleh seorang pemimpin dalam organisasi ini menggunakan sistem “Manajemen Resiko” Artinya manajemen resiko ini bagaimana seorang pemimpin bisa pintar – pintar mengatur bagaimana masalah yang ada di dalam sebuah organisasi bisa teratasi dengan baik.
            Dari segi rekruitmen pegawai ada standarisasi tertentu yaitu “Minimal tingkat pendidikan yang ditempuh D3, kemudian setelah syarat administrasi tersebut terpenuhi berlanjut pada jenjang interview dengan pimpinan. Setelah itu ada diklat khusus untuk para calon pegawai yang dinyatakan lulus”. Jadi jika ada seorang yang ingin melamar untuk menjadi pegawai di kantor pegadaian tersebut, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan persyaratan yang sudah dijelaskan diatas.
KESIMPULAN
 Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas  dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150 di atas .
 Tugas Pokoknya adalah memberi pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat.
Dari hasil wawancara kelompok kami dapat disimpulkan bahwa Kantor Pegadaian menggunakan prinsip organisasi yang sederhana karena didalam kantor tersebut tujuannya sudah jelas, ada spesialisasi yaitu pembagian tugas sesuai kemampuan masing – masing pegawai dan bentuk organisasinya menguunakan bentuk organisasi Staf dan Lini.
SARAN
Seharusnya pegadaian yang ada di Kabupten Sumenep ini, setidaknya dapat meniru atau mencontoh pegadaian yang ada di kota besar seperti misalnya di Surabaya. Seharusnya barang yang digadaikan tidak dibatasi, artinya masyarakat bebas menggadaiakan barang yang mereka milikinya.


DAFTAR PUSTAKA
Wursanto,Ig, Dasar-Dasar Ilmu Organisasi, Penerbit ANDI, Yogyakarta,2002,     hlm.53.




Bobsusanto, PENGERTIAN PEGADAIAN MENURUT PARA AHLI &            JENISNYA LENGKAP, diakses di  www.spengetahuan.com, pada      tanggal 25 November 2017, pukul 16.00 WIB.
Anonym,” Pegadaian (perusahaan),” diakses di         https://id.m.wikipedia.org,diakses, Pada tanggal 25 November 2017,   pukul: 16.30 WIB.


LAMPIRAN
            Daftar pertanyaan:
1.      Bagaimana struktur organisasi yang ada di kantor pegadaian ini?
2.      Apa saja visi dan misi dikantor pegadaian ini?
3.      Apakah visi yang diterapkan dipegadaian sudah tercapai?
4.      Apa manfaat dari adanya pegadaian bagi kebutuhan masyarakat?
5.      Bagaiman strategi  untuk mengembangkan kantor pegadaian ini?
6.      Bagaimana tindakan seorang manajer  jika ada nasabah yang bermasalah dalam segi administrasi?
7.      Bagaimana segi rekruitmen pegawai di kantor pegawaian ini?

Jawaban:
1.      Struktur organisasi di kantor pegadaian ini menggunakan bentuk struktur organisasi staf dan lini.
2.      Visi dan misi kantor ini adalah berbasis gadai dan fiducia bagi masyarakat menengah kebawah. Membantu program pemerintah dengan memberikan solusi keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya golongan menengah kebawah.
3.      Visi dan misis yang diterapkan di pegadaian ini masih belom dikatan tercapai, tetapi masih dalam proses pencapaian.
4.      Manfaat diadakannya pegadaian ini bagi masyarakat tentunya dapat mempermudah masyarakat ketika membutuhkan uang karena pelayanannya yang cepat, aman, dan masyarakat mudah untuk mendapatkan pinjaman.
5.      Dengan cara ekspansi wilayah yaitu memperbanyak cabang di seluruh Indonesia.
6.      Didalam sebuah organisasi menggunakan sistem manajemen resiko.
7.      Menggunakan standarisasi tertentu yaitu minimal pendidikan D3 dengan melalui tes wawancara, kemudian,dan megikuti diklat yang dilaksanakan oleh pihak pegadaian.



[1] Wursanto,Ig, Dasar-Dasar Ilmu Organisasi, Penerbit ANDI, Yogyakarta,2002, hlm. 53.

[2] Bobsusanto, PENGERTIAN PEGADAIAN MENURUT PARA AHLI & JENISNYA LENGKAP, diakses dari www.spengetahuan.com, tanggal 25 November 2017, pukul 16.00 WIB.
[3] Anonym,” Pegadaian (perusahaan),” diakses dari https://id.m.wikipedia.org,diakses, tanggal 25 November 2017, pukul: !6.30 WIB.

Manajement Perkantoran



Sebagaimana kegiatan-kegiatan lainnya kegiatan perkantoran perlu direncanakan, diorganisasikan, digerakkan semua sumber daya yang terlibat atau dilibatkan, perlu diawasi serta dikendalikan sebaik-baiknya. Dalam terminologi tidak selalu para ahli memberikan rumusan yang sama.

The Liang Gie (1995:2-4) mengutip beberapa perumusan pengertian manajemen perkantoran dari para ahli, antara lain sebagai berikut:
Arthur Grager “ Manajemen Perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komonikasi dan pelayanan waktu dan suatu organisasi”

William Leffingwell & Edwin Robinson “Manajemen perkantoran sebagai sesuatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran itu harus dilakukan”.

Hal Nourse “manajemen perkantoran dalam arti lebih luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis”.

George Terry “Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalu using”.

Setelah mengemukakan rumusan dari beberapa ahli, The Liang Gie kemudian mengemukakan rumusannya mengenai manajemen perkantoran.
Dia mengatakan:
Pada pokoknya manajemen perkantoran modern merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah office work (pekerjaan perkantoran)”.

Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalambya meliputi rangkaian kegiatan:
  • Tata penyelenggaraan;
  • Pelaksanaan secara efesien;
  • Pengendalian, pengawasan dan pengarahan
  • Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.

Oleh karena itu, secara ringkas manajemen perkantoran sebagai cabang seni dan ilmu manajemen dapat dirumuskan pengertiannya sebagai rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan serta pengendalian pekerjaan-pekerjaan perkantoran.
Namun demikian, perlu kita sadari bahwa cakupan kegiatan perkantoran tidak hanya kegiatan perkantoran tersebut, antara lain misalnya mengenai pegawai kantor, biaya perkantoran, prosedur dan metode perkantoran, serta lain-lain.
Perkantoran administrasi dan manajemen umumnya dianggap sebagai kata-kata sepadan, hal itu misalnya ditegaskan oleh salah satu terbitan Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB) sebagai berikut:
Istilah-istilah Administrasi dan manajemen makin lama makin banyak digunakan secara satu arti. Walaupun istilah Administrasi telah diteranpkan lebih banyak bagi tindakan dalam urusan-urusan negara dan istilah manajemen lebih banyak pada urusan-urusan perusahaan, pada waktu akhir-akhir ini terdapat kecendrungan untuk manajemen dipergunakan dalam derajat yang luas bagi unsur-unsur Negara
 Konsepsi tata usaha sebagai pekerjaan perkantoran yang intinya adalah tugas pelayanan merupakan rangkaian yang terdiri dari 6 (enam) aktivitas yaitu:

  1. Menghimpun, yaitu kegiatan-kegiatan yang mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap untuk dipergunakan bila diperlukan.
  2. Mencatat, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan berbagai peralatan tulis yang diperlukan sehingga terwujud tulisan yang mudah dibaca, dikirim dan disimpan, termasuk dengan alat rekam suara atau film di era modern.
  3. Mengolah, yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud agar mudah untuk digunakan.
  4. Mengganda, yaitu kegiatan memperbanyak dengan pelbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
  5. Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepihak lain.
  6. Menyimpan, yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai  cara dan alat ditempat tertentu yang aman.

Makalah E Bisnis

MAKALAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
METODE MANUAL DAN METODE KOMPUTER”

Disusun Oleh:
Gema Aditiya

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
UNIVERSITAS WIRARAJA
2017-2018

Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberi rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat melaksanakan tugas makalah Sistem Informasi manajemen. Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak serta teknologi untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini.Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. 

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami.Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………………………………..  i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………………. 1
A.      Latar Belakang………………………………………………………………………………………………..  1
B.      Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………..
C.      Tujuan……………………………………………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN
1.1 Penghambat Proes Pengelolaan Data ………………………………………………………………….. 2
1.2 Metode yang cocok bagi SDM masyarakat Madura………………………………………..  2
1.3 Rincian perbandingan biaya metode manual dan metode komputer……………..  3
BAB III PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………………….. 4
Saran..………………………………………………………………………………………………………………………


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Teknologi merupakan salah satu hal yang paling kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam melakukan tugas kantor maupun tugas didalam pendidikan. Hal ini sangat berpengaruh dalam sebuah kinerja didalamnya apakah dapat dipergunakan selayaknya apa tidak. Kebutuhan ini semakin meningkat dengan adanya pertumbuhan teknologi yang semakin pesat serta kebutuhan pekerjaan yang semakin memuncak.
Dalam makalah ini menjelaskan dua metode yaitu metode manual dan metode komputer. Metode ini menjelaskan secara rinci keperluan yang dibutuhkan. Namun kebutuhan dalam metode komputerisasi ini menjadi salah satu yang dominan pada saat ini apabila kita lihat dengan pekembangan dan pembangunan di negeri ini.
Metode manual itu sendiri mualai ditinggalkan karena membuat pekerjaan dapat di selesaikan dalam waktu lama, berbeda dengan metode komputer itu sendiri. Perlunya SDM juga sangat memungkinkan dalam mengoprasikan metode komputer karena apabila SDM tidak mumpuni dapat mengakibatkan kurang maksimalnya dalam pekerjaan.


B.     Rumusan Masalah
1.      Jelaskan rincian perbandingan yang cenderung menghabiskan biaya terhadap dua metode yakni metode manual dan metode komputer.?
2.      Apakah yang cocok digunakan bagi masyarakat madura tehadap dua metode tersebut, dilihat dari sisi SDM nya.?
3.      Jelaskan potensi ancaman yang bisa menghambat proses pengelolaan data metode manual dan metode komputer.?

C.     Tujuan
1.      Dapat merinci secara jelas terhadap perbandingan biaya yang digunakan dari dua metode tersebut.
2.      Menjelaskan dan mencocokkan dua metode tersebut terhadap SDM masyarakat Madura.
3.      Menjelaskan hal-hal yang menghambat dalam proes pengelolaan data di dalam dua metode tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN
1.1      Rincian perbandingan biaya metode manual dan metode komputer

Metode manual dan metode komputerisasi merupakan dua metode yang memiliki kelebihan dan kekurangan baik dari segi biaya, waktu, serta data yang diperlukan. Namun dalam hal ini kita akan membahas dari segi biaya yang dimana kedua metode ini sangatlah penting diketahui agar kita lebih mengetahui secara rinci mengenai dua metode ini.  Menurut kami selaku penikmat metode komputerisasi mengetahui bahwa kisaran biaya yang kami gunakan melebihi dari metode manual tersebut, karena metode komputerisasi memerlukan biaya yang dibilang berguna untuk jalannya kebutuhan yang di lakukan dalam mempercepat pekerjaan kami. Metode komputerisasi ini membutuhkan biaya diantaranya:
·         Butuh biaya untuk tambahan komputer
·         Butuh biaya untuk pembelian software toko
·         Butuh biaya tambahan listrik.
Karena komputer dan peralatan kasir lainnya butuh listrik
Hal ini sudah sangat menjelaskan bahwa metode komputerisasi lebih menghabiskan biaya dibandingkan metode manual. Meskipun secara rinci menghabiskan biaya namun secara kelebihan akan waktu yang dibutuhkan serta kebutuhan data yang dibutuhkan metode komputerisasi dapat di andalkan dengan cepat.

1.2      Metode yang cocok bagi SDM masyarakat Madura
            Menurut kami untuk masalah SDM pada masyarakat madura itu sendiri cukup memadai dalam menggunakan metode elektronik komputer.  Yang dimaksud dalam kata cukup ini hanya sebagian masyarakat saja yang mampu mengoprasikan metode komputerisasi tersebut. Karena untuk Kabupaten Sumenep itu sendiri masih mengejar ketinggalan agar bisa menyelaraskan dengan era teknologi pada saat ini terutama dalam mengoprasikan komputer. Apalagi kita dituntut dengan adanya program MEA yang menuntut kita sebagai masyarakat madura harus lebih paham dan tanggap dalam mengoprasikan metode elektronik komputer. Dalam sisi lain hal yang miris dan sangat monoton yang dapat kita lihat adalah dalam bidang pendidikan di kepulauan maupun pedalaman yang sebagian besar masih gagap dalam menggunakan metode elektronik komputer. Dimana kami telah melakukan wawancara setidaknya bisa menguatkan argumen kami dalam menyatakan hal tersebu. Dalam kata lain bahwasanya dua metode ini masih digunakan dalam masyarakat Madura khususnya Kabupaten Sumenep.

1.3      Penghambat Proes Pengelolaan Data
a. Potensi ancaman metode manual
adapun potensi ancaman yang akan timbul pada metode ini diantaranya :
1.      Potensi
Dalam metode manual ini tidak ada yang paling signifikan dalam potensinya karena hanya meringankan dalam biaya pengeluaran saja.

2.      Ancaman
·         Data barang tidak akurat
·         Tidak bisa menghitung laba rugi
·         Susah mengetahui keadaan stok barang
·         Susah mengetahui hutang piutang, karena harus mencari di kertas
·         Butuh waktu lama untuk menghitng pemasukan atau pengeluaran
·         Bisa terjadi kesalahan dalam perhitungan keuangan
·         Data hutang piutang sangat rawan hilang
·         Lamanya pelayanan
·         Sangat rawan kecuranangan dalam keuangan

b. Potensi ancaman metode komputerisasi
adapun potensi ancaman yang akan timbul pada metode ini diantaranya :
1.      Potensi
·         Data barang sudah tersimpan di komputer, sehingga memudahkan dalam pencarian data barang
·         Menghitung laba rugi lebih cepat dari pembukuan manual
·         Stok barang isa diketahui jika di komputer selalu di update jika ada transaksi
·         Waktu yang dibutuhkan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran  lebih sedikit dibandingkan pembukuan manual
·         Data hutang piutang bisa tersimpan di komputer
·         Aplikasinya banyak yag gratis

2.      Ancaman
Hal ini berbanding terbalik di dalam metode manual, dimana metode ini lebih memboroskan biaya.


BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

Metode manual dan metode komputer adalah dua metode yang dimana sebagai pedoman dalam melakukan tugas baik dalam birokrasi-birokrasi yang sedang berlangsung. Kedua metode ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing, namun pada perkembangan teknologi pada era saat ini metode manual mulai ditiggalkan guna mengefektifkan dan mengefisienkan sebuah pekerjaan dalam melaksanakan tugas.


SARAN

Didalam perkembangan teknologi pada saat ini yang semakin gencar-gencarnya merupakan tantangan bagi  kita untuk lebih memperdalam dan melatih ketangkasan kita dalam mengoprasikan teknologi terutama komputer. Karena apabila kita ketinggalan teknologi merupakan sebuah bentuk kebodohan yang akan menjadi masalah bagi kita maupun sebagai masyarakat di dalam negara ini. Mari kita sebagai mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa kita latih penguasaan dan mengasah kemampuan kita dalam perkembangan teknologi agar kita tetap mampu bersaing dengan yang lainnya.